Mengenal Istilah Flay Ash

Penggunaan Bahan Campuran Pada Beton: Fly Ash Slica Fume & Superplasticzier

Harga beton cor tiga roda tangerang

Penggunaan Bahan Campuran pada Beton Ready Mix: Fly Ash Slica Fume & Superplasticzier – Peranan beton dalam dunia kontruksi sudah tidak diragukan lagi. Hampir semua infrastruktur di Indonesia menggunakan beton.  Penggunaan beton tidak terlepas dari kelebihan-kelebihan yang dimiliki beton itu sendiri sebagai material bahan bangunan. Disamping kelebihan, beton mempunyai kekurangan-kekurangan dan dampak lingkungan jangka panjang.

Untuk memperbaiki kekurangan dan mencegah dampak lingkungan akibat produksi beton maka banyak dilakukan inovasi dan penelitian berkaitan dengan hal tersebut. Banyak material yang ditambahkan pada beton untuk memperbaiki sifat-sifat beton agar mempunyai kualitas yang direncanakan, biasa di sebut dengan admixture. Selain untuk memperbaiki sifat beton, admixture juga dipakai untuk mengurangi kebutuhan semen. Berikut merupakan bahan tambahan pada beton dalam berinovasi untuk mengoptimalkan penggunaan beton.

1. Fly Ash

bahan campuran pada beton

 

Fly-Ash atau abu terbang yang merupakan sisa-sia pembakaran batu bara, yang dialirkan dari ruang pembakaran melalui ketel berupa semburan asap, yang telah digunakan sebagai bahan campuran pada beton. Fly-Ash atau abu terbang dikenal di Inggris sebagai serbuk abu pembakaran. Abu terbang sendiri tidak memiliki kemampuan mengikat seperti halnya semen. Tetapi dengan kehadiran air dan ukuran partikelnya yang halus, oksida silika yang dikandung oleh abu terbang akan bereaksi secara kimia dengan kalsium hidroksida yang terbentuk dari proses hidrasi semen dan menghasilkan zat yang memiliki kemampuan mengikat.

Menurut ACI Committee 226 dijelaskan bahwa, Fly-ash mempunyai buturan yang cukup halus, yaitu lolos ayakan No.325 (45 mili mikron) 5-27%, dengan spesific gravity antara 2,15-2,8 dan berwana abu kehitam-hitaman.  Fly-ash dapat dibedakan menjadi dua, yaitu abu terbang yang normal yang dihasilkan dari pembakaran batu bara antrasit atau batu bara bitomius, dan abu terbang kelas C yang di hasilkan dari batu bara jenis lignite atau subbitumes. Abu terbang kelas C kemungkinan mengandung zat kimia SiO2 sampai dengan 70%.

 

2. Slica Fume

bahan campuran pada beton

Dalam teknologi beton, Silica Fume (SF) digunakan sebagai pengganti sebagian dari semen atau bahan tambahan pada saat sifat-sifat khusus beton dibutuhkan, seperti penempatan mudah, kekuatan tinggi, permeabilitas rendah, durabillitas tinggi, dan lain sebagainya. Silica Fume merupakan hasil sampingan dari produk logam silikon atau alloy ferosilikon. Menurut standar “Spesification for Silica Fume faor Use in Hydraulic Cement Concrete adn Mortal” (ASTM.C.1240,1995:637-642), silica fume adalah material pozzolan yang halus, dimana komposisi silaka lebih banyak dihasilkan dari tanur tinggi atau sisa produksi silikon atu alloy besi silikon(dikenal sebagai gabungan antara micro silica dengan silica fume).

Penggunaan silica fume dalam campuran beton dimaksudkan untuk menghasilkan beton dengan kekuatan tekan yang tinggi. Beton dengan kekuatan tekan yang tinggi digunakan, misalnya, untuk kolom struktur atau dinding geser, pre-cast atau beton pra-tegang dan beberapa keperluan lain. Kriteria kekuatan beton berkinerja tinggi saat ini sekitar 50- 70 MPa untuk umur 28 hari. Penggunaan slica fume berkisar 0 – 30% untuk memperbaiki karakteristik kekuatan keawetan beton dengan faktor air semen sebesar 0,34 dan 0,28 dengan atau tanpa superplastisizer dan nilai slump 50 mm (Yogerdran, etal, 1987:124-129).

 

3. Superplasticizer

Bahan kimia yang berfungsi mengurangi air  sampai 12% atau bahan lebih. Dengan pemakaian tambahan ini diperoleh adukan dengan faktor air semen lebih rendah pada nilai kekentalan adukan yang sama atau diperoleh adukan dengan kekentalan lebih encer dengan faktor air semen yang sama, sehingga kuat tekan beton lebh tinggi.

Superplastisizer adalah zat-zat polymer organik yang dapat larut dalam air yang telah dipersatukan dengan menggunakan proses polymerisasi yang komplek untuk menghasilkan molekul-molekul panjang dari masa molecular yang tinggi. Molekul-molekul panjang ini akan membungkus diri mengelilingi partike semen dan memberikan pengaruh negatif yang tinggi sehingga antara partikel semen akan saling menjauh dan menolak.

Hal ini akan menimbulkan pendispersian partikel semen sehingga mengakibatkan keenceran adukan dan meningkatkan workabilitas. Perbaikan workabilitas ini dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan beton dengan workability yang tinggi atau menghasilkan beton dengan kuat tekan yang tinggi.

Bahan ini merupakan sarana untuk menghasilkan beton mengalir tanpa terjadi pemisahan (segresi / bleeding) yang umumnya terjadi pada beton dengan jumlah air yang besar, maka bahan ini digunakan untuk pencetakan beton ditempat-tempat yang sulit seperti tempat pada penulangan yang rapat.

Superplastisizer tidak akan menjadikan “encer” semua campuran beton dengan sempurna, oleh karenanya campuran harus direncanakan untuk disesuaikan. Kegunaan superplastisizer untuk beton mutu tinggi secara umum sangat berhubungan dengan pengurangan jumlah air dalam campuran beton. Pengurangan ini tergantung dalam kandungan air yang digunakan, dosis dan tipe dari superplastisizer yang dipakai (L.J. Parrot, 1998).

Demikian untuk info Penggunaan Fly Ash (FA) Slica Fume & Superplasticzier Pada Beton Cor – Ready Mix Concrete dari kami NUASA BETON .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *