BETON DAN PERKEMBANGANNYA

PERKEMBANGAN BETON COR ATAU READY MIX

PERKEMBANGAN BETON COR ATAU READY MIX

Periode waktu selama beton pertama kali ditemukan, tergantung pada bagaimana orang menafsirkan istilah “beton”. Bahan kuno beton adalah semen mentah dibuat dengan menghancurkan dan membakar gipsum atau kapur. Dari waktu ke waktu, bahan tersebut diperbaiki, dikombinasikan dengan bahan lainnya, pada akhirnya menjadi beton moderen. Beton saat ini dibuat dengan menggunakan semen Portland, agregat kasar dan halus dari batu serta pasir dan air. Pencampuran bahan kimia yang ditambahkan ke campuran beton untuk melakukan sifat karakteristik beton dan digunakan terutama ketika menempatkan beton dengan lingkungan ekstrim. seperti suhu tinggi atau rendah, kondisi berangin dan lain-lainnya. (Gromicko & Shepard,2012)

Karakteristik kinerja dapat berubah sesuai dengan kekuatan yang berbeda bahwa beton akan perlu meningkat terus kekuatannya. Kekuatan ini dapat dilakukan secara bertahap atau intens, mungkin bisa dari atas (gravitasi), bawah (tanah naik turun), sisi (beban lateral), atau mungkin mengambil bentuk erosi, abrasi atau serangan kimia. Bahan-bahan beton dan proporsinya disebut campuran desain. Sejarah perkembangan beton secara “timeline”.

Keahlian yang dibutuhkan

Keahlian dalam perencanaan struktur beton bertulang haruslah memenuhi persyaratan-persyaratan yang berlaku. Analisis struktur harus dilakukan dengan cara mekanika teknik yang baku. Analisis dengan komputer, harus disertai dengan penjelasan mengenai prinsip cara kerja program, data masukan serta penjelasan mengenai data keluaran. . Bila cara perhitungan menyimpang dari ketentuan dalam SNI 03-2847-2002, maka harus mengikuti persyaratan sebagai berikut:

  1. Struktur yang dihasilkan harus dapat dibuktikan cukup aman dengan bantuan perhitungan dan/percobaan.
  2. Tanggung jawab atas penyimpangan yang terjadi dipikul oleh perencana dan pelaksana yang bersangkutan.
  3. Perhitungan dan/atau percobaan tersebut diajukan kepada panitia yang ditunjuk oleh pengawas bangunan yang berwenang, yang terdiri dari ahli-ahli yang diberi wewenang menentukan segala keterangan dan cara-cara tersebut. Bila perlu, panitia dapat meminta diadakan percobaan ulang, lanjutan atau tambahan. Laporan panitia yang berisi syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan penggunaan cara tersebut mempunyai kekuatan yang sama dengan tata cara ini.

Dalam pelaksanaan pembangunan kontruksi di Indonesia, ditemukan banyak kegagalan kontruksi. Salah satunya akibat pelaksanaan kontruksi yang tidak sesuai dengan standar kualitas yang ditetapkan. Tidak di terapkannya standar kualitas pelaksanaan kontruksi serta tidak sesuainya mutu hasil pekerjaan yang mana secara umum tidak mengikuti arahan mutu sebagaimana diatur dalam dokumen spesifikasi teknis masing-masing pekerjaan.

Dalam hubungan ini, suatu peralatan, material dan cara kerja dianggap memenuhi persyaratan mutu apabila dipenuhi semua persyaratan yang ditentukan dalam kreteria dan spesifikasi. Dengan demikian instalasi/bangunan yang dibangun atau produk yang dihasilkan dapat diharapkan berfungsi secara memuaskan selama kurun waktu tertentu.

Selain itu, diperlukan serangkaian tindakan sepanjang siklus proyek mulai dari penyusunan program, perencanaan, pengawasan, pemeriksaan dan pengendalian mutu. Kegiatan tersebut dikenal dengan penjaminan mutu (Quality Assurance-QA).

Dalam arti yang luas “mutu” atau “kualitas” bersifat subyektif. suatu barang yang amat bermutu bagi seseorang belum tentu bermutu bagi orang lain. “Mutu adalah sidat dan karakteristi produk jasa yang membuatnya memenuhi kebutuhan pelanggan atau pemakai (customers)“. Sementara definisi lain untuk mutu yang sering diasosiasikan dengan proyek adalah fitness for use.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *